Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Agustus 2013

Pendidikan Islam

Assalamu aiaikum Wr Wb,  Kali ini saya akan memeberikan sedikit pemaparan tentang sejarah Peradaban Islam di Indonesia yang berkenaan dengan "Perkembangan pemikiran Islam di Indonesia". Tanpa berpanjang lebar mari kita simak artikel berikut :


Sejarah Peradaban Islam “Perkembangan Pemikiran Islam di Indonesia”


 Latar Belakang
Sejak zaman prasejarah, penduduk kepulauan Indonesia dikenal sebagai pelayar-pelayar yang sanggup mengarungi lautan lepas. Sejak awal abad Masehi sudah ada rute-rute pelayaran dan perdagangan antara kepulauan Indonesia dengan berbagai daerah di daratan Asia Tenggara. Wilayah Barat Nusantara dan sekitar Malaka sejak masa kuno merupakan wilayah yang menjadi titik perhatian, terutama karena hasil bumi yang dijual disana menarik bagi para pedagang dan menjadi daerah lintasan penting Cina dan India.

Nah lewat perdagangan tersebut Indonseia dimasuki oleh agama Islam. Masuknya Islam ke daerah-daerah di Indonesia tidak dalam waktu yang bersamaan. Disamping itu, keadaan poltik dan sosial budaya daerah-daerah ketika di datangi Islam juga berlainan.


Pedagangan-pedagangan Muslim asal Arab, Persia dan India juga ada yang sampai kepulauan Indonesia untuk berdagang sejak abad ke-7 M (abad 1 H), ketika Islam pertama kali berkembang di Timur Tengah. Malaka, jauh sebelum ditaklukkan Protugis merupakan pusat utama lalu lintas perdagangan dan pelayaran.
Melalui Malaka, hasil hutan dan rempah-rempah dari seluruh pelosok Nusantara dibawa ke Cina dan India, terutama Gujarat yang melakukan hubungan dagang langsung dengan Malaka pada waktu itu. Dengan demikian, Malaka menjadi mata rantai pelayaran yang penting.
Ada indikator bahwa kapal-kapal Cina pun mengikuti jalan tersebut sesudah abad ke- 9 M, tetapi tidak lama kemudian kapal-kapal tersebut hanya sampai di pantai Barat India. Karena barang-barang yang diperlukan sudah dapat dibeli disini. Kapal-kapal Indonesia juga mengambil bagian dalam perjalanan niaga tersebut. Pada zaman Sriwijaya, pedagang-pedagang Nusantara mengunjungi pelabuhan-pelabuhan Cina dan Pantai Timur Afrika.
Baru pada zaman-zaman berikutnya, penduduk kepulauan ini masuk Islam, bermula dari penduduk pribumi di koloni-koloni pedagang muslin itu. Menjalang abad ke- 13 M, masyarakat muslim sudah ada di Samudra Pasai, Perlak dan Palembang di Sumatra. Di Jawa, makam Fatimah binti Maimun di Leran (Gersik) yang berangka tahun 475 H (1082 M) dan amakam-makam Islam.


A. Kondisi dan Situasi Politik Kerajaan-Kerajaan di Indonesia

Cikal bakal kekuasaan Islam telah dirintis pada periode abad 1-5 H/7-8 M, tetapi semuanya tenggelam dalam Hegemoni Maritim Sriwijaya yang berpusat di Palembang dan kerajaan Hindu-Jawa seperti Singasari dan Majapahit di Jawa Timur. Pada periode ini para pedagang dan mubaliq muslim membentuk komunitas-komunitas Islam.
Mereka memperkenalkan Islam yang mengajarkan toleransi dan persamaan derajat diantara sesama, sementara ajaran Hindu-Jawa menekankan perbedaan derajat manusia. Ajaran Islam ini sangat menarik perhatian penduduk setempat. Karena itu, Islam terbesar di kepulauan Indonesia terhitung cepat, meski dengan damai.
Penyebaran Islam di dunia Melayu (Indonesia) memperhatikan sebuah proses amat menarik yang dpaat dilacak dari apa yang oleh Dr. Taufik Abdullah disebut sebagai Soual Memory (ingatan sosial). Ingatan sosial masyarakat muslin di Ujung Padang mengatakan bahwa mereka di Islamkan oleh tiga datuk dari Minang Kabau. Ingatan sosial masyarakat muslim di Sumbawa (Nusa Tenggara Barat) mengatakan bahwa mereka di Islamkan oleh orang-orang Ujung Padang.
Masuk Islam ke daerah-daerah di Indonesia tidak dalam waktu yang bersamaan. Disamping itu, keadaan poliyik dan sosial budaya daerah-daerah ketika di datangi Islam juga berlainan. Pada abad ke-7 smapai ke-10 M, kerajaan Sriwijaya meluaskan kekuasaannya ke daerah Semenanjung Malaka sampai Kedah. Hal itu erat hubungannya dengan usaha penguasaan Selat Malaka yang merupakan kunci bagi pelayaran dan perdagangan internasional.
Datangnya orang-orang muslim ke daerah sama sekali belum memperlihatkan dampak-dampak politik, karena mereka datang memang hanya untuk pelayaran dan perdagangan. Keterlibatan orang-orang Islam dalam bidang politik bari terlihat pada abad ke-9 M. Ketika mereka terlibat dalam pemberontakan. Petani-petani Cina terhadap kekuasaan T’ang pada masa pemerintahan Kaisar Hi-Tsung (878 – 889 M). Akibat pemberontakan tersebut banyak kaum mulim yang dibunuh.
Kemajuan politik dan ekonomi Sriwijaya berlangsung sampai abad ke- 12 M. Pada akhir abad ke- 12 M, kerajaan ini mulai memasuki masa kemundurannya. Untuk mempertahankan posisi ekonominya, kerajaan Sriwijaya membuat peraturan cukai yang lebih berat bagi kapal-kapal dagang yang singgah ke pelabuhan-pelabuhannya. Akan tetapi, usaha itu tidak mendatangkan keuntungan bagi kerajaan, bahkan justru sebaliknya karena kapal-kapal dagang asing seringkali menyingkir.
Kelemahan Sriwijaya dimanfaatkan pula oleh pedagang-pedagang muslim untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan politik dan pedagangan. Mereka mendukung daerah-daerah yang muncul dan daerah yang menyatakan diri sebagai kerajaan bercorak Islam yaitu kerajaan Samudra Pasai di Pesisir Timur Laut Aceh.

B. Munculnya Pemukiman-Pemukiman Muslim Dikota-Kota Pesisir

Persentuhan antara penduduk pribumi dengan pedagang muslim dari Arab, Persia, dan India memang pertama kali terjadi di daerah Aceh. Kerajaan Samudra Pasai yang didirikan pada pertengahan abat ke- 13 M setelah kerajaan Islam ini berdiri, perkembangan masyarakat muslim di Malaka makin lama makin meluas dan pada awal abad ke -15 M di dini lahir kerajaan Islam kedua di Asia Tenggara.
Berdasarkan berita Tome Plers (1512-1515) dalam suma orientalnya, dapat dikatakan hampir seluruh Pesisir Sumatra adalah Kerajaan Islam, tetapi ada sebagian yang tidak termasuk (menurut berita) yaitu daerah Pelaman Aceh, Sumatra Barat.
Sementara di Jawa proses terjadi pada abad ke- 11 walaupun belum luas tetapi ada terdapat tanda di temukan makam Fatimah binti Maimun dan pada abad ke-13 Islam mengalami kemajuan disebabkan kerajaan Majapahit mencapai puncak kebesarannya.
Pengaruh Islam masuk ke Indonesia bagian Timur, khususnya Maluku, Islam datang sejak abad ke-14, Raja Ternate ke- 12, Molmatea bersahabat karib dengan orang Arab, ini membuktikan sebelum Raja masuk Islam, Islam sudah ada.
Kalimantan Timur di Islamkan sejak tahun 1575, oleh Datuk Ri Badang dan Tunggang Parang, prosesnya setelah Mubaliq (ke 2 Datuk) itu datang ke Kutai setelah orang Makasar masuk Islam.
Sulawesi terutama bagi Selatan, sejak abad ke-15 M, itu masih beragama berhala, sejak abad ke-16, agamanya berubah menjadi Islam, ini disebabkan para pedagang muslim datang dari Malaka, Jawa dan Sumatera. Pada tanggal 22 September 1605 M, Raja Tallo masuk Islam secara resmi.
Proses Islamisasi tidak berhenti dari kerajaan Islam, tetapi terus berlangsung intensif berbagai cara dan saluran.

C. Saluran dan Cara-Cara Islamisasi di Indonesia

a. Saluran Perdagangan
Pada taraf permulaan, saluran islamisasi adalah perdagangan. Kesibukan lalu lintas perdagangan pada abad ke-17 hingga ke-16 M. Membuat pedagang-pedagang muslim (Arab, Persia, India) turut ambil bagian dalam perdagangan dari negeri bagian barat tenggara dan timur benua asia. Saluran islamisasi bangsawan turut serta dalam kegiatan perdagangan. Bahkan mereka menjadi pemilik kapal dan saham.

b. Saluran Perkawinan
Dari sudut ekonomi, para pedagang muslim memiliki status sosial yang lebih baik daripada kebanyakan pribumi, sehingga penduduk pribumi, terutama putri-putri bangsawan, tertarik untuk menjadi istri saudagar-saudagar itu. Sebelum kawin, mereka di Islamkan lebih dahulu. Setelah mempunyai keturunan lingkungan mereka makin luas. Akhirnya, timbul kampung-kampung, daerah-daerah dan kerajaan-kerajaan muslim.

c. Saluran Tasawuf
Pengajar tasawuf atau sufi, mengajarkan teosofi yang bercampur dengan ajaran yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Mereka mahir dalam magis dan diantara sufi ada yang menikah dengan putri-putri bangsawan setempat.

d. Saluran Pendidikan
Islamisasi juga dilakukan melalui pendidikan, baik pesantren maupun pondok yang diselenggarakan oleh guru-guru agama, kiai-kiai dan ulama-ulama. Di pesantren calon ulama, guru agama dan kiai mendapat pendidikan agama. Setelah keluar ia berdakwah ketempat ternetu mengajarkan Islam.

e. Saluran Kesenian
Melalui kesenian yang paling terkenal adalah pertunjukan wayang. Dikatakan, Sunan Kalijaga adalah tokoh yang paling dalam mementaskan wayang. Dia tidak pernah meminta upah pertunjukan, tetapi ia meminta para penonton mengucapkan kalimat syahadat.

f. Saluran Politik
Di Maluku dan Sulawesi Selatan, kebanyakan rakyat masuk Islam setelah rajanya memeluk Islam terlebih dahulu. Pengaruh politik raja sangat membantu tersebarnya Islam di daerah ini. Di samping itu, baik Sumatra dan Jawa maupun Indonesia bagian Timur, demi kepentingan politik, kerajaan-kerajaan Islam memerangi kerajaan-kerajaan non-Islam.

D. Pembaharuan di Indonesia
Pembaharuan yang dilakukan oleh wahabiyah, Jamaluddin dan Muhammad Abdu serta tokoh-tokoh lainnya bertambah luas dan sampai ke Indonesia, yang pada waktu itu semangat nasionalisme bangsa Indonesia baru tumbuh.
Pengaruh pembaharuan itu diterima baik secara langsung seperti belajar di Mekkah dan Mesir, maupun secara tidak langsung seperti melalui majalah al-urwatul wusqa dan buku-buku yang berisi pembaharuan.
Pertumbuhan dan perkembangan organisasi-organisasi Islam itu di dorong oleh ajaran Islam yang didasari dengan kesadaran umat Islam sendiri untuk membersihkan campur aduknya kehidupan agama dengan unsur-unsur lain, memperbaiki kualitas pendidikan, sosial dan ekonomi sebagai akibat dari penjajahan juga menghadapi aktivitas zending.
Pada tahun 1991 K.H. Ahmad Dahlan mendirikan sebuah sekolah agama yang diberi nama Muhammadiyah, perguruan ini tidak diadakan di surau atau mesjid, tetapi digedung yang menggunakan meja, kursi dan papan tulis, kemudian pad atanggal 19 November 1912 bertepatan dengan 8 Zulhijjah 1330 H. Organisasi Muhammadiyah di bentuk oleh K.H. Ahmad Dahlan.


  Kesimpulan

• Islam datang melalui beberapa tahapan
a. Melalui perdagangan
b. Melalui pernikahan
c. Melalui politik
d. Melalui pendidikan
• Proses islamisasi tidak secara langsung diterima, tetapi proses islamisasi dilakukan/dianut raja terlebih dahulu, setelah raja menganut semua masyarakat ikut.
• Untuk mempertahankan Islam K.H. Ahmad Dahlan mendirikan pesantren dan suatu organisasi yaitu pesantren “Muhammadiyah dan Organisasi Muhammadiyah”

DAFTAR PUSTAKA

Yatim, Badri. “Sejarah Peradaban Islam”. Jakarta: PT. Raja Grafindo. 2001
Asmuni, Yusran. “Pengantar Studi Pemikiran dan Gerakan Pembaharuan dalam Dunia Islam”. Jakarta: Grafindo. 2001
Harjono, Anwar. “Pemikiran Berwawasan Iman-Islam”. Jakarta: Gema Insani Press. 1995

Semoga bermanfaat dan bisa menjadi refrensi kita.       ^_^


Sabtu, 10 Agustus 2013

Pendidikan Islam

Sunnah Nabi
Pada Hari Raya 'Iedul Fitri

Idul Fitri merupakan salah satu hari besar umat Islam. Setelah berpuasa sebulan penuh, siang hari menahan diri dari makan, minum dan syahwat, malam hari menunaikan shalat tarawih berjama'ah, maka tibalah hari yang dinanti, Hari Raya Idul Fitri. Dari sisi bahasa, 'ied artinya sesuatu yang kembali. Yaitu suatu hari yang akan selalu berulang kembali setiap tahun.Kaum muslimin menyambut hari ini dengan suka cita. Setelah sebulan penuh jiwa dan fisiknya dilatih melalui ibadah puasa, maka sekarang tibalah masapembuktian. Apakah latihan selama sebulan penuh itu berbuah ataukah tidak?Latihan jiwa yang ditempuh dalam bulan suci ini, diharapkan membekas pada diri, sehingga ketika keluar dari bulan Ramadhan, kita berhak mendapat gelarmuttaqin yang seperti diharapkan. Allah berfrman,”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu bershiyamsebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelurn kamu, agarkamu bertagwa” (QS Al Baqarah: 183).
Melalui tulisan ini, kami mengajak segenap kaum muslimin agar melewati hari besar yang bahagia ini, yaitu dengan mengamalkan Sunnah Nabi yang berkaitan dengannya. Jangan sampai hari bergembira ria ini menyeret kita ke lembah dosa, seperti: mabuk-mabukan, bercampur-baur antara lelaki dan wanita, berjabat tangan antara pria dengan wanita yang bukan mahram, berlebihan-lebihan dalam hal makanan dan minuman, mubadzir dan menghambur-hamburkan harta, dan lain sebagainya. Sehingga hilanglah hikmah 'Iedul Fitri yang agung ini. Perlu diingat, selepas bulan Ramadhan, bukan berarti tiba masa balas dendam untuk melampiaskan syahwat, seperti yang dibayangkan oleh sebagian kaum muslimin. Bahkan. dengan tibanya hari 'Ied ini, seharusnya lebih menguatkan semangat kita dalam melakukan ketaatan kepada Allah. Berikut ini, kami sampaikan beberapa Sunnah Nabi berkaitan dengan hari yang agung ini.

1 Shalat 'Ied Hukumnya Wajib

Masih banyak kaum muslimin yang tidak mengetahui hukum ini. Rasulullah
telah memerintahkan wanita haidh dan gadis dalam pingitan untuk keluar
menghadirinya. Padahal, untuk shalat-shalat wajib lainnya -seperti shalat
Jum'at- beliau mengatakan, "Shalat di rumah lebih balk bagi mereka."
Bahkan diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib bahwa beliau mewakilkan kepada
seseorang untuk mengimami shalat 'Ied di masjid bagi yang tidak sanggup datang
ke lapangan.

Para ulama, dari dahulu sampai sekarang -seperti: Imam Ahmad, Syaikhul
Islam Ibnu Taimiyah, Ash Shan'ani, Asy Syaukani, Syaikh AI Albani dan
Syaikh Ibnu 'Utsaimin- mengatakan hukumnya wajib 'ain. 1 Shalat 'Ied di
lapangan merupakan syi'ar kaum muslimin. Oleh karena itu, tidak selayaknya
kita meremehkan kewajiban ini. 2

1Silakan lihat Majmu' Fatawa 24/179-183 dan Subulus Salam II/141.
2Keterangan lebih lanjut dapat anda baca penjelasannya di sini http://vbaitullah.or.id/
index.php?option=content&task=view&id=438&Itemid=43

2 Mandi Dan Berhias Diri Sebelum Berangkat
Shalat 'Ied

Salah situ Sunnah Nabi pada hari 'Ied, yaitu mandi sebelum berangkat menunaikan shalat 'led. Hendaklah memperbaiki penampilan dan mengenakan pakaian yang bagus saat menghadiri shalat 'led. Begitulah yang dilakukan oleh para salaf. seperti Abdullah bin Umar beliau mandi sebelum berangkat ke lapangan. 3 Begitu pula para tabi'in. Salah seorang tokoh tabi'in, yakni Said bin Al Musayyib berkata, "Sunnah 'Iedul Fitri ada tiga: berjalan menuju lapangan (tempat shalat), makan sebelum berangkat dan mandi." 4 All bin Abi Thalib, pernah ditanya tentang mandi: apakah harus mandi setiap hari? Beliau menjawab, "Tidak harus. Namun, yang harus mandi ialah pada hari Jum'at, had 'Arafah, hari 'ledul Adha dan 'Iedul Fitri." 5 Ibnu Abdil Barr berkata, "Para fuqaha sepakat, bahwa mandi sebelum berangkat shalat 'Iedul Fitri dan 'ledul Adha adalah balk bagi yang melakukannya." 6 Hukumnya sunnat, seperti dijelaskan oleh Imam An Nawawi berikut ini, "Imam Asy Syafr'i dan rekan-rekannya mengatakan, 'Untuk melaksanakan shalat ledul Fitri dan ledul Adha dianjurkan mandi. Tidak ada perbedaan pendapat dalam masalah ini'." 7 Diriwayatkan dalam kitab Shahihain, dari Abdullah bin Umar,

3Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam kitab Al Muwaththa', halaman 143 no. 428.
4Diriwayatkan oleh Al Faryabi dalam kitab Ahkamul 'Iedain no. 18.
5Diriwayatkan oleh Imam Asy Sya_'i dalam Musnad-nya 1/118-119.
6Al lstidzkar VII/11.
7Al Majmu' I/7.

Umar membeli jubah yang terbuat dari sutera yang dijual di pasar. Ia membawanya kepada Rasulullah dan berkata, "Wahai Rasulullah, ambillah jubah ini untuk berhias diri pada hari 'Ied, dan saat menyambut utusan-utusan." Rasulullah berkata, "Sesungguhnya, ini adalah pakaian orang-orang yang tidak mendapat bagian di akhirat." 8 Ibnu Qudamah mengatakan, "Hadits ini menunjukkan, bahwa berhias diri pada kesempatan- kesempatan tersebut, yakni pada hari Jum'at, hari 'Ied dan saat menyambut utusan-utusan, adalah pekara yang sudah mashur di kalangan mereka." 9
Dari hadits di atas, juga dapat dipetik faidah, bahwa menghadiri shalat 'Ied dianjurkan untuk mengenakan pakaian yang bagus. Marilah kita meliput yang dilakukan oleh Ibnu Umar pagi hari 'Ied. Ibnu Ishaq berkata, aku bertanya kepada Na_',"Bagaimanakah yang dilakukan oleh Ibnu Umar pada hari 'led?' Ia menjawab, "Beliau menghadiri shalat Subuh berjama'ah bersama imam. Kemudian, pulang ke rumah. Lalu beliau mandi, sebagaimana mandi junub, lalu mengenakan pakaian yang paling bagus yang dimilikinya,  lalu memakai parfum yang beliau miliki. Kemudian keluar menuju lapangan tempat pelaksanaan shalat 'Ied. Beliau duduk menunggu imam. Apabila imam telah datang, beliau shalat bersamanya. Kemudian beliau kembali dan mendatangi masjid Nabawi, lalu shalat dua raka'at. Setelah itu, beliau pulang ke rumah." 10  Maka dari itu wahai saudaraku, jangan lupakan Sunnah Nabi ini. Mandi dan berhias dirilah sebelum mendatangi shalat 'Ied.

8Hadits riwayat Al Bukhari 948 dan Muslim 2068.
9Al Mughni II/228.
10Diriwayatkan oleh Al Harits dalam Musnad-nya, Sebagaimana disebutkan dalam
Bughyatul Bahits I/323, no. 207.


3 Makan Sebelum Berangkat Shalat.

Sebelum berangkat ke lapangan untuk shalat pada hari 'Ied, dianjurkan agar
makan terlebih dulu. Dan sebaiknya memakan kurma, seperti diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari dari hadits Anas bin Malik ia berkata, Rasulullah tidak berangkat shalat pada hari 'Ied, hingga beliau 'makan beberapa buah kurma. 11  Disunnahkan memakannya dalam jumlah ganjil, seperti disebutkan dalam riwayat lain dari Anas bin Malik, bahwasanya Rasulullah tidak berangkat shalat pada hari 'Iedul Fitri, hingga beliau makan kurma sebanyak tiga atau lima atau tujuh buah. 12 Jika tidak ada kurma, dibolehkan makanan yang lainnya, namun diutamakan
yang manis-manis, seperti: madu dan sejenisnya. Atau kalau tidak ada makanan
sama sekali, maka minum air juga sudah mencukupinya.
Demikian dikatakan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari. 13 Dalam sebuah atsar yang shahih, dari Abdullah bin Abbas disebutkan, bahwa beliau berkata, "Jika kalian sanggup tidak berangkat shalat 'Iedul Fitri sebelum  memakan makanan, maka lakukanlah." 14 Jangan lewatkan sunnah yang satu ini, wahai saudaraku. Persiapkanlah makanan untuk pagi hari 'Ied.

11Hadits riwayat Al Bukhari 953.
12Hadits riwayat Ibnu Hibban 2814 dan Al Hakim I/294.
13Lihat Fathul Bari II/448.
14Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq dalam Mushannaf 5734 dan Ibnul Mundzir dalam Al
Ausath, IV/254.


4 Ajaklah Keluarga Dan Kaum Wanita Untuk
Menghadirinya

Rasulullah telah memerintahkan para wanita untuk keluar menghadiri shalat 'Ied.
Ummu Athiyyah berkata, Kami diperintahkan -yakni oleh Nabi - agar membawa serta para gadis
yang sudah baligh dan gadis-gadis yang berada dalam pingitan pada hari 'Ied. Sehingga mereka bisa menyaksikan jama'ah kaum muslimin dan do'a mereka. Dan wanita yang sedang haidh menjauhi tempat shalat. Dalam riwayat lain disebutkan, Kami diperintahkan agar ikut serta pada hari 'Ied.
Demikian pula para gadis yang berada dalam pingitan. Beliau juga memerintahkan wanita haidh untuk keluar, namun hendaknya mereka mengambil tempat di belakang tempat shalat dan ikut bertakbir bersama kaum muslimin. Dalam riwayat lain disebutkan, ada seorang perempuan berkata, "Wahai Rasulullah. salah seorang dari kami tidak memiliki jilbab?" Rasulullah berkata, "Hendaklah saudaranya yang lain
meminjamkanjilbab untuknya." 15 Dalam riwayat Ibnu Abbas disebutkan, bahwa Rasulullah mendatangi tempat shalat, kemudian mengerjakan shalat, lalu menyampaikan khutbah. Kemudian, disertai Bilal, beliau mendatangi kaum wanita untuk memberi nasihat dan
peringatan kepada mereka dan memerintahkan mereka untuk bersedekah. 16
Demikian pula para sahabat. Mereka membawa serta keluarga ke lapangan shalat 'Ied. Diriwayatkan dari Ibnu Umar, bahwa beliau membawa serta keluarganya yang bisa dibawa ke lapangan shalat 'Ied. 17 Dalam sebuah riwayat, Rasulullah menyebutkan alasannya, "Agar mereka dapat menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum muslimin." Oleh karena itu, bawalah serta keluargamu ke lapangan tempat dilaksanakan-
nya shalat 'Ied. Hidupkan dan semarakkanlah syi'ar kaum muslimin ini.

15Hadits-hadits di alas diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari 324 dan Muslim 890.
16Hadits riwayat Al Bukhari 977.
17Diriwayatkan oleh lbnu Abi Syaibah dalam Mushannaf 5786 dun Ibnul Mundzir dalam
Al Ausath IV/262-263 dengan sanad shahih.



5 Berjalan Kaki Menuju Lapangan Tempat
Shalat

Dianjurkan keluar menuju lapangan shalat 'Ied dengan beijalan kaki, bila
memungkinkan dan tidak memberatkan. Jika memberatkan, maka boleh dengan mengendarai kendaraan. Dalam Mursal Az Zuhri disebutkan, bahwa Rasulullah tidak mengendarai kendaraan saat menuju tempat shalat 'Ied dan saat mengantar jenazah. 18 Telah disebutkan atsar dari Said bin Al Musayyib, "Sunnah 'Iedul Fitri ada tiga. (Yaitu:) berjalan menuju lapangan (tempat shalat), makan sebelum berangkat dan mandi.
" Abu Bakar Hafsh bin Umar bin Sa'ad berkata, "Kami keluar bersama Abdullah bin Umar pada hari 'Iedul Adha atau 'Iedul Fitri. Dia keluar berjalan kaki hingga sampai ke tanah lapang tempat pelaksanaan shalat 'Ied. Dia duduk menunggu imam datang, kemudian shalat bersama imam, kemudian beliau pulang." 19 Diriwayatkan pula dari All bin Abi Thalib, bahwa beliau berkata, Termasuk sunnah, yaitu engkau berjalan kaki menuju tempat shalat 'Ied dan memakan sesuatu sebelum berangkat. 20 Berjalan kaki menuju lapangan tempat pelaksaan shalat 'Ied dapat menghidupkan syi'ar hari yang agung ini. Namun patut disesalkan, Sunnah Nabi ini seakan telah dilupakan oleh kaum muslimin. Maka dari itu, marilah kita hidupkan kembali Sunnah Nabi ini.

18Diriwayatkan oleh Al Faryabi dalam Ahkamul 'Iedain no. 27 dengan sanad hasan sampai
kepada Az Zuhri.
19Hadits riwayat At Tirmidzi II/418.
20Hadits riwayat At Tirmidzi II/410 dan Ibnu Majah 1296.



6 Mengumandangkan Takbir

Satu lagi Sunnah Nabi yang ditinggalkan kaum muslimin, yaitu bertakbir dengan
mengangkat suara; mulai dari keluar rumah hingga imam tiba di tempat shalat. Al Faryabi meriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahwa beliau mengeraskan suara takbir pada hari raya 'Iedul Fitri saat berangkat ke tempat shalat, hingga imam keluar dan beliau mengikuti takbirnya. 21 Imam Syu'bah bertanya kepada Al Hakam'dan Hammad, "Apakah aku bertakbir saat keluar menuju tempat shalat?" Mereka berdua menjawab,"Ya." 22 Kaum wanita juga dianjurkan bertakbir jika aman dari _tnah, tetapi dengan tidak mengeraskannya seperti halnya kaum pria. Dasarnya adalah hadits Ummu Athiyyah sebagaimana telah disebutkan di atas. 23
Adapun lafazh takbir; telah diriwayatkan dari sebagian sahabat, diantaranya ialah takbir Abdullah bin Abbas: Allahu Akbar kabira, Allahu Akbar kabira, Allahu Akbar wa aJalla, Allahu Akbar walillahil hamd. 24 Atau takbir Salman Al Farisi: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar kabira. 25
Diriwayatkan dari Ibrahim An Nakha'i, ia berkata, "Mereka bertakbir pada had 'Arafah. Diantara mereka ada yang menghadap kiblat setelah selesai shalat sambil mengucapkan: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaha illallahu, Wallahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd. 26 (Artinya, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Allah. Allah Maha Besar, Maha Besar Allah, segala pujian hanyalah milikNya.

21Ahkamul 'Iedain no. 53.
22Diriwayatkan oleh lbnu Abi Syaibah 5626 dengan sanad shahih.
23Silakan lihat Fathul Bari IX/33.
24Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah 5645 dengan sanad shahih.
25Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Al Kubra III/316 dengan sanad shahih.
26Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf 5649 dengan sanad shahih.


7 Berangkat Dengan Melewati Satu Jalan Dan
Kembali Lewat Jalan Yang Lain

Ketika kembali dari shalat, disunnahkan mengambil jalan lain, selain jalan yang
dilalui ketika berangkat. Berdasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan dari Jabir,
ia berkata, Bahwasanya Rasulullah pada hari 'Ied mengambil jalan lain, selain
jalan yang dilalui sewaktu berangkat. 27 Para ulama banyak menyebutkan hikmahnya. Diantaranya sebagaimana disebutkan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari II/ 473. Ada yang mengatakan, hikmahnya ialah untuk menampakkan syi'ar Islam pada had itu. Ada yang
mengatakan, hikmahnya untuk menampakkan syi'ar dzikrullah pada hari itu. Ada yang mengatakan, hikmahnya agar jin dan manusia yang ada di dua jalan tersebut dapat menyaksikannya. Ada yang mengatakan, hikmahnya ialah untuk membangkitkan kedongkolan dalam hati kaum muna_kin dan Yahudi, dan masih banyak lagi hikmah-hikmah lainnya.
Setelah menyebutkan hikmah-hikmah di atas, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin mengatakan, "Hikmahnya ialah mutaba'atus Sunnah (mengikuti sunnah) Rasulul- lah." Syaikhul Islam menyebutkan dalam kitab Majmu' Fatawa, "Bahwasanya dalam melaksanakan manasik dan pada had 'Ied, Rasulullah 'tit berangkat dari satu jalan dan pulang melalui jalan yang lainnya." 28

27Hadits riwayat Al Bukhari 986.
28Majmu' Fatawa 26/134.
8 Memberi Ucapan Selamat

Boleh mengucapkan selamat hari 'Ied kepada kaum muslimin pada hari yang
berbahagia ini. Sebagaimana diriwayatkan dari sebagian sahabat dan tabi'in, seperti Abu Umamah Al Bahili dan lainnya. Mereka mengucapkan: Taqabballahu minna wa minkum. (Artinya, semoga Allah menerima amalan kita semua). Imam Malik pernah ditanya,
"Makruhkah hukumnya seseorang mengucapkan kepada saudaranya saat kembali dari shalat 'Ied "Taqabballahu minna wa minkum" atau "Ghafara lava wa laka" (semoga Allah mengampuni kita semua), lalu saudaranya membalasnya seperti yang diucapkannya?" Beliau menjawab, "Tidak makruh." Yakni boleh. 29 Imam Ahmad pernah ditanya: "Aku harap tidaklah mengapa mengucapkan selamat." 30 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menganggapnya boleh bagi yang melakukannya dan bagi yang tidak melakukannya. Terdapat contoh dan panutan bagi kedua belah pihak 31

29Al Muntaqa I/322.
30Su'alat Abu Dawud halaman 61.
31yaitu yang melakukan dan yang tidak melakukannya.



9 Sambutlah Hari 'Ied Dengan Ketaatan Dan
Kesederhanaan

Sambutlah hari yang agung ini dengan ketaatan dan kesederhanaan, tidak
mubadzir dan melampaui batas; baik dalam hal makanan, pakaian atau yang
lainnya.
Allah berfirman, Dan janganlah kamu nlenghambur-hamburkan (hartamu) se-
cara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudarasaudara syetan. dan syetan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya. (QS Al Isra': 26-27).
 Dalam ayat lain, Allah berfirman, Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah. dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih - lebihan. (QS Al An'am: 31).
                Dan masih banyak lagi ayat yang semakna dengan itu. Hindarilah perbuatan dosa dan maksiat pada hari yang suci dan agung ini. Semoga kita termasuk hamba yang bertaqwa dan memperoleh ampunan setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa. Jangan lupa pula mengerjakan puasa  Syawal enam hari, untuk memperoleh kesempurnaan dari amal puasa yang kita lakukan pada bulan Ramadhan. Rasulullah bersabda, Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan, lalu diikuti dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka seolah ia telah berpuasa setahun penuh. 32 Demikianlah beberapa sunnah Nabi yang dapat kami ketengahkan pada kesempatan ini. Semoga kita dapat mengamalkannya.

32Hadits riwayat Muslim 1984.






Senin, 05 Agustus 2013

Teknik Sipil

Assalamu alaikum Wr  Wb, kali ini saya memberikan sedikit teori dasar mengenai IRIGASI, semoga bisa bermanfaat.

#Teori Dasar Irigasi.

Pengertian Irigasi

Irigasi adalah segala usaha manusia yang berhubungan dengan perencanaan dan pembuatan sarana untuk menyalurkan serta membagi air ke bidang-bidang tanah pertanian secara teratur, serta membuang air kelebihan yang tidak diperlukan lagi.
            Sebagai suatu ilmu pengetahuan, irigasi tidak saja membicarakan  dan menjelaskan metode-metode dan usaha yang berhubungan dengan pengambilan air dari bermacam-macam sumber, menampungnya dalam suatu waduk atau menaikkan elevasi permukaannya, dengan menyalurkan serta membagi-bagikannya ke bidang-bidang tanah yang akan diolah, tapi juga mencakup masalah-masalah pengendalian banjir sungai dan segala usaha yang berhubungan dengan pemeliharaan dan pengamanan sungai untuk keperluan pertanian.

Keadaan-Keadaan Dimana Irigasi Diperlukan

Tidak semua daerah terdapat usaha-usaha pertanian atau perkebunan memerlukan irigasi. Irigasi biasanya diperlukan pada daerah-daerah pertanian dimana terdapat satu atau kombinasi dari keadaan-keadaan berikut:
*  Curah hujan total tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman akan air.
*  Meskipun hujan cukup, tetapi tidak terdistribusi secara baik sepanjang tahun.
*  Terdapat keperluan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian yang dapat dicapai melalui irigasi secara layak dilaksanakan baik ditinjau dari segi teknis, ekonomis maupun sosial.

Keuntungan-Keuntungan Irigasi

Pada umumnya  proyek-proyek irigasi dilaksanakan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan, meskipun akhir-akhir ini kita banyak mendengar apa yang dinamakan proyek kemanusiaan yang tidak terlalu memperhitungkan keuntungan langsung yang dapat dinilai dalam bentuk mata uang. Karena disamping keuntungan langsung, terdapat juga keuntungan tidak langsung antara lain :
*  Membantu pengembangan daerah secara umum.
*  Meningkatkan daya pengadaan bahan baku.
*  Penyediaan lapangan kerja terutama pada waktu pelaksanaan proyek irigasi.
*  Meningkatkan nilai tanah milik.
*  Membuka kemungkinan pengusahaan penanaman jenis-jenis tanaman lainnya yang memberikan hasil cukup besar.
*  Membuka peningkatan kebudayaan masyarakat.
*  Pelayaran
*  Penyediaan sumber air minum atau air bersih.

Keburukan-Keburukan Irigasi

Disamping keuntungan-keuntungan yang ditimbulkan, irigasi dapat juga memberikan akibat yang kurang baik pada daerah bersangkutan, yaitu a.l :
*  Iklim menjadi dingin dan lembab, sehingga menimbulkan gangguan pada daerah yang sebelumnya sudah dingin dan lembab.
*  Jaringan irigasi yang perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan kurang baik akan menimbulkan genangan air yang dapat memberikan kesempatan bagi perkembangbiakan nyamuk yang dapat menjadi sumber penyakit malaria.
*  Irigasi secara berlebihan dapat menimbulkan kejenuhan yang terlalu tinggi pada tanah, yang dapat menimbulkan kerusakan pada tanaman. Ini terjadi terutama pada daerah-daerah yang drainasenya kurang baik.

Tujuan Irigasi

Tujuan irigasi  secara langsung maupun tidak langsung untuk pertanian adalah sebagai berikut :
q  Membasahi tanah
Dengan pembasahan  tanah dimaksudkan agar :
ü  Tanah menjadi lunak sehingga mudah diolah.
ü  Zat-zat makanan dalam tanah yang diperlukan tanaman dapat larut sehingga mudah diserap oleh akar tanaman.
ü  Mencukupi lengas lapang dari tanah agar tetap dalam prosentase yang diperlukan tanaman untuk tumbuh terutama pada musim kering.
ü  Merabuk atau menambah kesuburan tanah
ü  Mengatur suhu tanah
ü  Memberantas hama
ü  Membersihkan tanah
ü  Mempertinggi muka air tanah

ü  Kolmatasi, yaitu peninggian muka tanah denga mengendapkan lumpur dari air irigasi sehingga dengan demikian diperoleh suatu lapisan permukaan tanah yang subur.

Pendidikan Islam

ALASAN ISLAM MELARANG PRIA MEMAKAI EMAS

Assalamualaikum
tentu kalian pernah mendengar kalo umat islam melarang kaum pria memakai emas.mungkin diantara kalian
bertanya-tanya kenapa islam melarang ya,padahal kan bukan barang haram.kalo haram tentu wanita juga dilarang memakai emas.ternyata bukan karena takut kaum wanita tersaingi tapi karena ada alasan lain yang baru bisa dibuktikan pada abad ke 20.berikut hadis nya.

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang kaum laki-laki memakai cincin emas [1] Al-Bukhari dan Muslim masing-masing dari Al-Bara' bin Azib Radhiyallahu 'anhu, bahwa ketika Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki memakai cincin emas di tangannya, maka beliau memintanya supaya mencopot cincinnya, kemudian melemparkannya ke tanah.hadits ini diriwayatkan oleh imam al bukhori dan imam muslim

ternyata diabad ke 20 Para ahli fisika telah menyelidiki hal ini dan kemudian menyimpulkan bahwa atom pada emas mampu menembus ke dalam kulit dan masuk ke dalam darah manusia, dan jika kita (pria) mengenakan emas dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu yang lama, maka dampak yang ditimbulkan yaitu di dalam darah dan urine akan mengandung atom emas dalam kadar yang melebihi batas (dikenal dengan sebutan migrasi emas). Dan apabila ini terjadi dalam jangka waktu yang lama, maka akan mengakibatkan penyakit Alzheimer.sebabjika tidak di buang maka dalam jangka waktu yang lama atom emas dalam darah ini akan sampai ke otak dan memicu penyakit alzheimer.

Alzheimer adalah suatu penyakit dimana orang tersebut kehilangan semua kemampuan mental dan fisik serta menyebabkan kembali seperti anak kecil. Alzheimer bukan penuaan normal,tetapi merupakan penuaan paksaan atau terpaksa.salah seorang yang terkena penyakit alzheimer adalah charles bronson,ralph waldo emerson dan sugar ray robinson.

Dan mengapa Islam membolehkan wanita untuk mengenakan emas ? "Wanita tidak menderita masalah ini karena setiap bulan, partikel berbahaya tersebut keluar dari tubuh wanita melalui menstruasi." itulah sebabnya islam mengharamkan pria memakai emas dan membolehkan wanita memakai perhiasan emas.

itulah alasan agama islam melarang pria memakai emas,ternyata hal ini telah diketahui rasulullah muhammad sallallahu alaihi wasallam 1400 tahun yang lalu.padahal beliau tidak pernah belajar ilmu fisika dan tidak paham tentang fisika. Wallahu a'lam.